Memandang Kekalahan Indonesia Dari Kacamata Anak SD

image

“Indonesia kalah kak”Kata Nizar adikku dengan lemas dan kecewa.

“Iya, namanya sepak bola harus siap
menang dan kalah.”Kataku.

“Tetapi yang kemarin lawan Singapura
kita menang kak. Kenapa sekarang
kalah?”Tanyanya dan dia tahu kalau
Singapura mengalahkan Malaysia
sebelumnya 3-0 dan Indonesia menang
dengan Singapura 1-0, jadi dia pikir
Indonesia pasti lebih kuat dari Malaysia.

“Ya, mungkin Malaysia lebih beruntung
malam ini.”Kataku.

“Tapi memang Malaysia lebih kencang
berlarinya kak dan penontonnya lebih kuat berteriaknya.”Katanya lagi sedih.

“Iya, memang itu untungnya jadi tuan
rumah dan main bola di lapangan
sendiri.”Kataku.

“Tapi Nizar masih pengen liburan ke
Malaysia kak.”Katanya lagi.

“Ya, kalau nanti kamu naik kelas dan
nilainya bagus.”Kataku dan dia senyum
lagi.

   Apa yang ada di kaca mata Adikku soal bola adalah sederhana, kesebelasan negaranya adalah Indonesia dan kesebelasan daerahnya Persib Bandung. Dia tidak tahu ada
konflik di PSSI, ada masalah statuta dan
persoalan legal-ilegal yang membingungkan sebelum pembentukan
Timnas ini. Dan akupun tidak mau dia
tahu itu, karena masih SD juga dan belum mengerti konflik kepentingan.
Dan walau setengah berharap ada
keajaiban Laos mengalahkan Singapura, tetapi ternyata muzizat tidak terjadi. Singapura dan Malaysia tetap maju ke semifinal. Mungkin ‘jam terbang’ pemain di pentas internasional sangat mempengaruhi.

   Betapa banyak yang terlihat panik dan emosi di babak kedua dalam mengejar ketertinggalan. Andik pun seperti bermain sendiri dan seperti mau menyelesaikan semua peluang sendiri tanpa mau mengumpan ke tengah pada pemain lain lagi.

   Mari semua yang pro maupun kontra
dengan Timnas ini, pandanglah semua
pertandingan dengan kaca mata anak-
anak. Indonesia bertanding tetap
didukung, kalau kalah pun kita tetap
sedih. Soal kepengurusan itu masalah
belakangan, tetapi jangan ajari anak-
anak kita meledek kesebelasan sendiri
kalau kalah, sejengkel apapun anda
dengan lawan-lawan beropini.

   Tetaplah ajari anak-anak kita mendukung Timnas Indonesia, karena merekalah yang disepakati mewakili nama baik negara kita. Supaya mereka jangan jadi bingung dengan identitas kebangsaannya, karena tidak selamanya sepak bola kita terpecah belah seperti ini.Pasti suatu saat akan dapat titik temunya.Semoga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s