Tolak Barca, Buffon Bangga

image

TURIN — Kiper Juventus, Gianluigi
Buffon, mengaku tak menyesal
pernah menolak pinangan Barcelona lebih dari sedekade silam. Kini, Buffon merasa bangga dengan pencapaian kariernya bersama Juventus.

Buffon mengawali karier bersama
Parma pada 1995. Enam tahun
tampil gemilang bersama I Gialloblu, Buffon mendapat tawaran bergabung dengan Barcelona. Tak hanya Blaugrana, Juventus juga mengajukan pinangan yang akhirnya dipilih Buffon.

“Aku menanyakan diriku sendiri
apa karierku akan seperti sekarang (jika ke Barcelona). Tetapi, Barcelona baru mulai memenangi gelar pada 2006. Itu artinya, lima tahun tanpa memenangi apa pun adalah waktu yang lama,” ungkap Buffon.

“Melihat bagaimana karierku berkembang, aku tak pernah menyesal,” aku kiper berusia 34 tahun itu.

Selama berada di Juventus, Buffon turut menyumbangkan banyak gelar bergengsi, seperti scudetto dan Piala Super Italia. Buffon kini akan terus mengabdi bersama La Vecchia Signora dengan keputusan perpanjangan kontrak sampai 2015.

Skuad Termahal Klub Eropa 2012-2013

Daftar Klub Dengan Skuad Termahal Musim Ini :

1. Barcelona 651,000,000 euro

2. Real Madrid 601,300,000 euro

3. Manchester City 498,250,000 euro

4. Manchester United 441,000,000 euro

5. Bayern Múnich 415,950,000 euro

6. Chelsea 387,000,000 euro

7. Paris Saint-Germain 308,250,000 euro

8. Juventus 307,200,000 euro

9. Arsenal 284,750,000euro

10. Tottenham Hotspur261,000,000 euro

11. Liverpool 239,300,000 euro

12. AC Milan 230,900,000 euro

13. Borussia Dortmund 229.450,000 euro

14. Zenit 222,500,000 euro

15. Inter Milán 219,500,000 euro

16. Atlético Madrid 204,400.000 euro

17. Napoli 190,150,000 euro

18. Valencia 180,000,000 euro

19. FC Porto 173,750,000 euro

20. Benfica 170,450,000 euro

10 Pemain Paling Loyal Pada Era Sepak Bola Modern

1. Paolo Maldini – AC Milan
Nama Paolo Maldini mungkin bukanlah siapa-siapa saat ia memulai karirnya bersama tim utama AC Milan pada tahun 1985.
Sejak saat itu lah peran Maldini dirasa
penting bagi klub asal kota Milan tersebut. Setelah menyandang ban kapten, sosok Maldini semakin disegani baik oleh kawan maupun lawan. Bahkan, Inter Milan yang terkenal sebagai seteru abadi AC Milan sampai membentangkan banner guna menunjukkan rasa hormat mereka terhadap pemain belakang tersebut.
Selama karirnya, Maldini pun sempat
mendapat julukan Il Capitano dan telah
memenangkan tujuh gelar Seria A serta lima trofi di level Eropa.

2. Ryan Giggs – Manchester United
Ryan Giggs melakoni debut bersama Manchester United pada tahun 1990. Sejak saat itu, Giggs telah menjadi salah satu sosok kunci dalam kesuksesan MU.
Di usianya yang mencapai 39 tahun tersebut, penampilan Giggs sama sekali tidak menurun drastis. Bahkan sang manager sempat menyatakan bahwa dirinya masih bisa bermain hingga satu tahun ke depan.
Selama bermain bersama United, pemain
asal Wales ini telah memenangkan 12 titel
Premier League dan dua trofi Liga Champions. Giggs piun juga tercatat sebagai pemain yang tampil paling banyak bersama Manchester United hingga sekarang ini.

3. Steven Gerrard – Liverpool
Selain Carragher Liverpool juga memiliki
pemain lain yang juga termasuk dalam
kategori setia. Tentu saja pemain itu adalah Steven Gerrard.
Memulai karirnya bersama tim reguler
pada tahun 1998, Gerrard sudah dipercaya untuk menyandang ban kapten pada tahun 2003. Salah satu kesuksesan besar pemain gelandang ini adalah membawa Liverpool mengangkat trofi Liga Champions pada tahun 2005 dengan cara yang sangat dramatis – tertinggal tiga gol di babak pertama, dan akhirnya sukses menyamakan skor di babak kedua, serta memenangi drama adu penalti.
umpan terukur, visi permainan bagus, serta tendangan keras dan akurat jelas membuat tim-tim lain kepincut terhadap kapten The Reds tersebut. Akan tetapi,kesetiaan Gerrard terhadap Liverpool
mengalahkan segala tawaran yang mampir kepada dirinya.

4. Francesco Totti – AS Roma
Francesco Totti mungkin adalah salah satu
talenta luar biasa yang dimiliki AS Roma.
Pasalnya, Totti sudah mampu melakukan debut bersama tim Serigala Ibu Kota tersebut sejak usianya baru 16 tahun.
Saat ini, Totti sendiri tercatat sebagai pemain yang paling banyak tampil bersama Roma. Selain itu torehan golnya juga masih belum bisa disamai oleh pemain Roma lainnya.
Kapten Roma ini sukses mengecap manisnya trofi Piala Dunia pada tahun 2006. Ia pun saat ini dikenal sebagai pemain yang disegani di Roma, Italia bahkan dunia, terlebih saat mengenakan seragam AS Roma.
Kontrak pemain 35 tahun itu pu akan berakhir pada pertengahan 2014. Akan tetapi, hal itu adalah sebuah formalitas semata. Pasalnya, Totti dan Roma sudah seperti dua sisi mata koin yang tidak bisa terpisahkan.

5. Iker Casillas – Real Madrid
Iker Casillas sudah memulai membela Real
Madrid sejak tahun 1990. Akan tetapi ia baru mendapatkan posisi utama setelah ia mengabdi selama sembilan tahun. Bersama Madrid, Casillas juga sangat sering memenangkan gelar baik di kancah Eropa maupun domestik. Bahkan Casillas juga dipercaya menjadi salah satu kapten terbaik pada sejarah sepakbola Spanyol yang mampu memenangkan trofi Piala Dunia dan Piala Eropa.

6. Tony Adams – Arsenal
Tony Adams sudah bergabung dengan
akademi Arsenal sejak tahun 1980.
Kemudian Adams muda sudah melakukan debut pada tahun 1983 dan menjadi kapten saat masih berusia 21 tahun.
Bahkan ia dipercaya untuk menjadi kapten selama 14 tahun ke depan saat dirinya memutuskan untuk pensiun.
Bahkan saking loyalnya, Adams sempat memiliki julukan ‘Mr. Arsenal’. Ia pun menjadi salah satu anggota ‘famous four’ yang sangat terkenal dengan jebakan offside mereka kala itu.
Guna mengenang salah satu legenda
mereka, Arsenal sampai memajang patung Adams di depan Stadion Emirates pada ulang tahun mereka yang ke-125 2011 lalu.

7. Lionel Messi – Barcelona
Lionel Messi memulai karirnya di akademi
La Masia sejak berusia 13 tahun. Pemain asal Argentina tersebut memulai debutnya di tim reguler Barcelona pada tahun 2004 di bawah kepemimpinan pelatih Frank Rijkaard. Dimulai sejak saat itu lah nama Messi semakin lama-semakin melambung dan terkenal di seantero penjuru dunia.
Bahkan diusianya yang masih tergolong muda bintang asal Argentina tersebut telah memecahkan sejumlah rekor dan memenangkan banyak penghargaan baik di level klub dan pribadi.
Kesetiaan Messi terhadap Barcelona nampaknya juga tidak perlu lagi dipertanyakan. Pasalnya, pemain 25 tahun ini dikabarkan baru saja menolak tawaran Anzhi Makhachkala sebesar yang ditaksir bernilai 205 juta pounds.

8. Jammie Carragher – Liverpool
Jammie Carragher melakukan debutnya bersama tim reguler Liverpool pada tahun
1996. Saat itu, Carragher muda masih baru berusia 18 tahun.
Sejauh ini, pria yang didaulat menjadi wakil kapten The Reds tersebut telah tampil sebanyak 700 kali bersama klub asal Merseyside tersebut. jumlah tersebut jelas terhitung ke dalam salah satu pemain
dengan penampilan terbanyak bersama
Liverpool.
Sebuah jawaban mengejutkan pun sempat
terlontar dari pemain belakang ini saat ditanya mengapa tidak pindah ke tim lain: “Tim mana yang lebih besar dari Liverpool?”

9. Carles Puyol – Barcelona
Kesetiaan Carles Puyol terhadap Barcelona nampaknya tidak bisa dipertanyakan lagi. Bergabung ke akademi La Masia pada tahun 1995, Puyol sudah mampu melakukan debut bersama tim reguler empat tahun kemudian. Tahun 2004 pemain yang berposisi sebagai bek tengah tersebut sudah dipercaya untuk menjadi kapten tim berjuluk Blaugrana tersebut. Kesetiaan Puyol tersebut berbuah manis.
Sejumlah trofi, La Liga, Liga Champions, Liga Europa (dulunya UEFA), dan Copa del Rey, pernah ia angkat. Selain itu, dua raihan trofi Piala Dunia semakin mempermanis karir sepakbola dirinya.

10. Paul Scholes – Manchester United
Saat ini Paul Scholes sudah memasuki usia
38 tahun. Bergabung dengan Manchester
United pada tahu 1993, Scholes telah banyak memenangkan sejumlah trofi baik di level Eropa maupun domestik.
Kemampuan Scholes dalam memberikan umpan dan mencetak gol memang sudah
terlihat sejak dirinya masih sangat muda.
Alhasil di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, gelandang United tersebut semakin berkembang sebagai pemain yang tengah yang luar biasa. Bahkan ia sempat menjadi salah satu pemain tengah terbaik di Inggris pada eranya.Sempat memutuskan pensiun pada tahun 2011, Scholes akhirnya memilih kembali untuk memperkuat The Red Devils untuk durasi satu tahun ke depan.

Analisis Pemain Juventus Beserta Roy Suryo

Dapet ide buat analisis tentang Peluso, Padoin & Roy Suryo. Sebelumnya ada teman kampus wawancara saya mengenai pertandingan inkonsisten “Si Nyonya Tua” Juventus. Berikut ini analisis saya.

Kekalahan Juventus atas Sampdoria pada
6 Januari kemarin banyak dinilai sebagai
kegagalan Peluso dalam mengantisipasi 2
peluang Sampdoria melalui Icardi.
Mereka menganggap tak sepantasnya pemain baru seperti dia tiba-tiba dipercaya mengisi pos vital di jantung pertahanan klub sebesar Juventus.

Seminggu kemudian, tepatnya 13 Januari
2013. Juventus kembali tampil buruk dengan hanya membawa pulang 1 poin dari Ennio Tardini. Pemain yang banyak dipersahakan pada pertandingan ini adalah Simone Padoin. Sebagai pemain sayap kiri ia dinilai gagal mengemban tugasnya untuk “menghidupkan” sektor kiri Juventus.

Kembali ke tanah air, tepatnya di arena
politik, warga Indonesia tiba2 dikejutkan oleh penunjukan seorang ahli IT bernama Roy Suryo sebagai Menteri Pemuda dan Olah Raga. Banyak yang mencibirnya lantaran ia dianggap tidak capable menduduki jabatan bergengsi itu.

Lantas apa hubungannya kedua pemain
Juventus (Peluso & Padoin) dengan pakar telematika seperti Roy Suryo?

Seperti yang tersirat di atas, ketiganya adalah pihak yang banyak dicerca oleh orang-orang karena dianggap sebagai pihak
yang bertanggung jawab atas sebuah kegagalan.

Tapi dari sudut pandang saya, mereka
bukanlah orang yang harus bertanggung-
jawab atas kejadian di atas, sebab mereka hanyalah menjalankan tugas & perintah dari atasannya.

Dimulai dari Peluso, ia tidak bisa disalahkan sepenuhnya kenapa ia begitu buruk mengawal pertahanan Juventus kala itu. Ingat, ia baru 3 hari bergabung ke klub sebesar Juventus tanpa adaptasi lebih dengan pola permainan klub barunya serta gaya main rekan setimnya, kemudian langsung disuruh mengisi posisi vital sebagai starter. Jadi, seharusnya bisa dimaklumi jika ia tampil dibawa harapan.

Kedua, Padoin!
Ia juga tidak hisa disalahkan sepenuhnya
karena telah gagal menjadi sayap kiri
yang baik. Ingat dia posisi aslinya bukanlah sayap kiri, dan diperparah: dia bukanlah pemain kidal, bahkan “kidal passif” pun tidak!. Tiba-tiba entah ada angin apa sehingga pelatih menyuruh dia sebagai sayap kiri, padahal stok sayap kiri Juve masih ada De Ceglie. Sebagai pemain yg menerima perintah dari pelatihnya untuk menepati posisi baru, ia tentu menerima-menerima saja meskipun belum pernah menempati posisi tersebut di level utama.

Dan yang terakhir si Roy Suryo. Sebagai ahli IT dan tidak punya pengalaman keorganisasian di bidang kepemudaan dan olah raga, ia tiba-tiba ditunjuk sebagai Menpora. Hal yang sangat ganjil dan dipandang sinis oleh masyarakat. Namun, salahkah Roy Suryo?
Tidak!
Yang salah adalah orang yang menunjuk
dia sebagai Menpora. Yaitu si RI 01 kita. Dia telah memilih orang yang tidak becus diposisinya.

Saya ambil contoh diri saya sendiri. Saya
adalah orang yang bodoh dan tidak punya pengalaman di bidang organisai kepemudaan & olahraga, tapi kalo ditunjuk oleh presiden untuk menjadi Menpora, saya tidak akan menolak! 100% tidak! Siapa orang tolol yang mau menolak jabatan hebat seperti Menteri?? Sehingga itu tadi, jangan salahkan Roy Suryo jika dia menerima tawaran si Presiden

Halnya sama dengan kisah Padoin dan
Peluso di atas. Yang seharusnya bertanggung-jawab atas ke”salah-posisian” mereka adalah pelatih Antonio Conte.
Untungnya, pelatih kita secara gentle sudah pasang badan atas kegagalan itu. Sebuah tindakan yg perlu diapresiasi. Dan oleh karena itu, nama Padoin dan Peluso sudah seharusnya dimaafkan. No problem at all!

Pemain Hebat yang Tak Pernah Raih Ballon d’Or

Pemain hebat tanpa gelar individu ??
Lantas siapa saja maestro-maestro lain yang luput dari penghargaan ini, berikut daftarnya seperti dikutip Independent:

1. Andres Iniesta
Kunci timnas Spanyol menjuarai Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012. Mencetak gol penentu di final PD 2010. Dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen di Euro 2012.
Namun, hanya menempati urutan kedua
Ballon d’Or 2010 dan urutan ketiga Ballon d’Or 2012.

2. Diego Maradona & Pele
Dua pemain yang digadang-gadang sebagai pemain terbaik sepanjang masa ini gagal mendapat predikat pemain terbaik karena ‘kecelakaan’ sejarah. World Player of the Year baru diadakan pada 1991 dan Ballon d’Or sudah hadir sejak 1956 tapi hingga 1995, hanya diperuntukkan khusus bagi pemain Eropa.

3. Thierry Henry
Pemain terhebat sepanjang sejarah Arsenal. Membawa timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 1998, Euro 2000, dan final Piala Dunia 2006. Henry sempat beberapa kali masuk nominasi Ballon d’Or (2003 dan 2006) serta World Player of the Year (2003 dan 2004). Di Ballon d’Or 2003 tempati urutan kedua di belakang Pavel Nedved.
Di Ballon d’Or 2006 tempati urutan ketiga di bawah Fabio Cannavaro dan Gianluigi
Buffon. Sementara di World Player of the Year 2003 & 2004 sama-sama tempati urutan kedua, masing-masing di bawah Zinedine Zidane dan Ronaldinho.

4. Raul Gonzalez
Salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah Real Madrid. Menjuarai enam titel La Liga dan tiga trofi Liga Champions tapi hanya sekali masuk nominasi Ballon d’Or. Pada Ballon d’Or 2001, Raul hanya menempati urutan kedua di belakang Michael Owen.

5. Alan Shearer
Penyerang tengah sejati yang juga legenda Newcastle United. Mencetak rekor 260 gol di Premier League. Sempat jadi nominasi Ballon d’Or 1996 tapi hanya menempati urutan ketiga di bawah Matthias Sammer dan Ronaldo.

6. Frank Rijkaard
Seperti Cristiano Ronaldo pada Lionel Messi, Frank Rijkaard selalu di bawah bayang-bayang Marco van Basten. Gelandang bertahan terbaik di generasinya ini masuk nominasi Ballon d’Or 1988 dan 1989, tahun di mana Van Basten memenangi kedua penghargaan tersebut.

7. Dennis Bergkamp
Legenda Arsenal dan Belanda. Punya teknik dan kontrol bola sempurna. Pada Ballon d’Or 1992 menempati urutan kedua di belakang Marco van Basten. Pada Ballon d’Or 1993 lagi-lagi tempati urutan kedua, kali ini di bawah Roberto Baggio. Pada World Player of the Year 1993 tempati urutan ketiga, kembali di bawah Baggio.

8. Paolo Maldini
Legenda terbesar AC Milan. Menjuarai tujuh Serie A dan lima Liga Champions. Pada Ballon d’Or 1994 tempati urutan ketiga di bawah Hristo Stoichkov. Pada World Player of the Year 1995 tempati urutan kedua di bawah George Weah.

9. Peter Schmeichel
Kiper terbaik sepanjang sejarah Manchester United. Sayangnya, penjaga gawang jarang mendapat penghargaan. Hanya sekali kiper dinobatkan sebagai yang terbaik yakni Ballon d’Or 1963 untuk Lev Yashin.

10. Kenny Dalglish
Kunci sukses ‘The Untouchables’ Liverpool di era 80-an. Hanya sekali masuk nominasi Ballon d’Or yakni pada 1983 tetapi hanya menempati posisi kedua di bawah Michel Platini.

11. Eric Cantona
Kerap dianggap pemain terhebat sepanjang era Premier League. Punya style yang tidak dimiliki pemain lain. Cantona hanya sekali dinominasikan dalam Ballon d’Or, yakni pada 1993 saat menempati posisi kedua di bawah Roberto Baggio.

12. Ferenc Puskas
Pemain terhebat sepanjang masa. Mencetak 514 dari 529 laga di Liga Hungaria dan Liga Spanyol.
Mencetak 84 gol dari 85 laga timnas Hungaria. Namun, luar biasanya hanya sekali masuk nominasi Ballon d’Or 1960. Itu pun kalah dari Luis Suarez. FIFA mungkin merasa bersalah atas ‘kekhilafan’ ini, sehingga mulai 2009 lahirlah FIFA Puskas Award untuk gol terbaik dunia.

11 Rivalitas Paling Sengit Dalam Sepakbola

1. El Clasico
Pertandingan antara Barcelona kontra Real Madrid ini selalu sengit. Akar dari rivalitas paling besar di Spanyol ini adalah motivasi politik, identitas dan perbedaan pemahaman tentang negara.
Barca merupakan representasi dari Catalonia sedangkan Real adalah klub para Raja Spanyol.

2. Old Firm
Derby kota Glasgow ini berawal dari maslah agama, sektarian dan kebencian tiada akhir. Jika laga Old Firm digelar, kota Glasgow terbelah dan kebencian menyebar di mana-mana. Tak jarang aksi kekerasan mewarnai pertandingan sarat emosi ini.
Sayangnya kita tak akan melihat Old Firm
dalam waktu dekat karena Rangers yang
bangkrut didegradasi ke divisi tiga liga
Skotlandia. Old Firm seringkali menjadi
penentu gelar juara karena duopoli Rangers dan Celtic di negara itu.

3. Derby d’Italia
Pertandingan antara Juventus kontra
Internazionale disebut sebagai derby Italia. Persaingan dua tim ini sudah dimulai pada awal abad ke 20. Kota Turin dan Milano adalah dua kota paling maju di timur laut Italia.

4. Klassieker
Perseteruan antara Ajax Amsterdam kontra Feyenoord adalah persaingan utama sepakbola domestik di Belanda.
Secara historis, pertandingan dua tim ini adalah pertarungan antara para seniman
Amsterdam melawan para pekerja Rotterdam.

5. Le Classique
Persaingan antara PSG kontra Marseille adalah rivalitas jarak jauh di Prancis.
Pertandingan antara kedua tim ini juga sering disebut sebagai Derby de France alias derby Prancis. Marseille mewakili Prancis selatan yang secara sejarah cenderung didominasi secara politis oleh kaum bourjois dari Prancis Utara yang diwakili PSG.

6. Revierderby
Dalam beberapa tahun terakhir, Borussia
Dortmund adalah rival utama Bayern Munich dalam meraih gelar domestik di Jerman. Namun rival utama Dortmund yang sebenarnya adalah Schalke 04.
Sama-sama dari daerah Ruhr, Dortmund dan Schalke berasal dari kota-kota industri baja. Pertemuan kedua tim ini selalu mampu membelah Ruhr menjadi kuning dan biru.

7. Derby de Lisboa
Banyak nama yang disandang oleh rivalitas antara Benfica dengan Sporting Lisbon. Selain Derby de Lisboa, ada juga Derby Eterno, Derby da Segunda Circular dan Derby da Capital.

8. Kitalar Arasi Derbi
Pertandingan antara Fenerbahce dengan
Galatasaray adalah derby satu kota yang
berbeda benua. Dipisahkan oleh selat Bosphorus, Galatasaray mewakili Istanbul
Eropa dan Fenerbahce mewakili Istanbul Asia.

9. Mother of All Battles
Ada dua nama yang mewakili pertandingan antara Olympiakos dan Panathinaikos. Yang pertama adalah Mother of All Battles namun sering juga disebut sebagai Derby of the Eternal Enemies.
Sekali lagi, asal persaingan ini adalah soal perbedaan kelas para pendukungnya. Panathinaikos berasal dari tengah kota Athena dan mendapat dukungan dari kalangan atas masyarakat.
Sementara itu, Olympiacos didukung oleh
masyarakat kelas bawah yang menghuni
pelabuhan-pelabuhan Athena.

10. Fla-Flu
Persaingan paling sengit di Brasil adalah
antara Flamengo dan Fluminense. Tak seperti yang lain, persaingan keduanya tak diawali oleh perbedaan kelas atau politik. Rivalitas ini ada karena pengkhianatan.
Pada Oktober 1911, beberapa pemain yang merasa tak puas meninggalkan Fluminense. Mereka bergabung ke Flamengo yang saat itu tak punya departemen sepakbola. Sejak saat itu, rivalitas keduanya semakin intens setiap waktu.

11. Superclasico
Jika dibandingkan yang lain, inilah derby paling paling panas di seluruh dunia. Inilah pertandingan besar antara dua klub terbesar di Argentina; River Plate kontra Boca Juniors. Inilah Superclasico.
Awal dari perseteruan dua lawan klasik ini adalah perbedaan kelas. River adalah klub yang mendapat dukungan dari kelas
menengah ke atas kota Buenos Aires. Sementara itu, Boca adalah klub yang didukung oleh kelas pekerja yang kebanyakan merupakan imigran asal Italia.

10 Suporter Terfanatik Di Dunia

Banyak yang bilang kalau supporter
adalah pemain ke 12 dalam suatu tim
Sepak bola. Hal ini memang bukan tanpa
alasan, karna supporter adalah elemen yang selalu memberikan suntikan semangat dan motivasi bagi para pemain yang sedang berlaga. Oleh karna itu maka tak heran jika kemenangan suatu tim biasanya lebih banyak diraih di kandang sendiri.

Para supporter sepak bola itu sangat total
dalam mendukung tim kesayangan mereka, bahkan tak jarang ada yang sampai mau berkorban nyawa hanya untuk mendukung tim kesayanganya. hampir semua supporter di seluruh dunia ini pasti mempunyai rasa loyal dan fanatik, tapi tahukah kamu supporter dari negara manakah yang mendapat predikat sebagai supporter sepak bola paling fanatik,?

berikut adalah daftar 10 supporter sepak
bola paling fanatik di Dunia (urutan dari
yang terbawah) :

10.Jerman
Salah satu negara dengan sepak bola yang maju ini mempunyai banyak supporter yang sangat fanatik. Banyak supporter yang rela untuk berpetualang berkeliling negara jerman hanya untuk mengikuti tour musiman tim idola mereka. tingkat loyalitas mereka sangat tinggi, bahkan presentase rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 85%. basis supporter fanatik Jerman adalah Bayern Munich dan Hertha Berlin

9.Jepang
Semenjak sukses menyelenggarakan piala ?
dunia 2002, animo masyarakat pada
pertandingan sepakbola di jepang meningkat tajam. hal ini dibuktikan dengan adanya kenaikan rata-rata kepadatan stadion dari 80% menjadi 86,6%. Supporter jepang yang paling dikenal fanatik adalah supporter tim Gamba Osaka, mereka terkenal sebagai supporter yang berani mati demi untuk mendukung super Gamba.

8.Spanyol
Sebagai satu dari tiga negara utama sepak bola eropa, spanyol mempunyai tim-tim yang tangguh dan berkualitas, rivalitas yang tinggi antar tim juga berimbas pada makin meningkatnya tingkat loyalitas antar supporter tim. rata-rata kepadatan stadion di spanyol mencapai 87%. basis supporter fanatik di spanyol adalah valencia, Barcelona, Real Madrid, dan atletico Madrid

7.Belanda
Gaya sepak boal Total Football yang diterapkan di Belanda ternyata juga diimbangi dengan dukungan dukungan
supporter sepakbola belanda yang sangat Total. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata
kepadatan stadion yang mencapai 89%. dan Basis supporter fanatiknya adalah Ajax Amsterdam

6.Mexico
Salah satu kekuatan sepakbola benua amerika ini memang dikenal mempunyai banyak supporter fanatik. dan salah satu yang unk dari mereka adalah mereka selalu menampakkan identitas ke-Mexico-annya dalam mendukung tim kesayangan mereka. rata-rata kepadatan stadion mencapai 90%. Basis supporter fanatiknya adalah Chivas Guadalajara

5.Italia
Di Italia, fanatisme supporter memang sangat tinggi. supporter italia dikenal sebagai supporter yang keras, bahkan hampir tiap klub mempunyai supporter garis keras (ULTRAS), yang biasanya selalu total dalam mendukung tim. rata-rata kepadatan stadionpun mencapai 93%. basis supporter fanatiknya adalah Juventus, serta Milan, Inter Milan dan Roma

4. Brazil
Negara yang dikenal sebagai pemasok pemain sepakbola terbesar di Dunia ini adalah salah satu negara yang mempunyai supporter sepakbola yang fanatik. sudah tak terhitung berapa nyawa yang melayang karna tawuran antar supporter di liga Brazil. supporter Brazil dikenal sangat loyal pada tim. rata-rata kepadatan Stadion bahkan bisa mencapai 93%. Basis supporter fanatiknya adalah Sao Paolo FC

3.Indonesia
Boleh dibilang, inilah salah satu negara
yang paling banyak menelan korban tawuran antar supporter di liga sepakbola. Rasa fanatisme yang berlebihan ini kadang justru berdampak negatif. Bahkan franz Beckenbauer pun sampai kaget setelah melihat video tawuran supporter Indonesia. Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai supporter terloyal. Dan hal itu dibuktikan dengan tingginya angka rata-rata kepadatan stadion di indonesia yang bisa mencapai 96 %. Basis supporter fanatik Indonesia adalah Persebaya, Persib, PSIS, Persipura, dan PSIM

2.Argentina
Loyalitas supporter Argentina dalam mendkung tim idola mereka memang tak
perlu diragukan lagi. para supporter sudah menganggap kemenangan tim sebagai harga mati. maka tak heran jika mereka selalu total dalam mendukung tim mereka untuk memperoleh kemenangan. sama seperti Indonesia, di Argentina juga banyak terjadi perkelahian antar supporter yang menyebebkan korban jiwa. Tingkat rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 97%. Basis suporter fanatiknya adalah River Plate dan Boca Junior

1.Inggris
Tak dapat dipungkiri lagi, Inggris lah negara dengan suporter paling fanatik di Dunia. para Supporter tak henti-hentinya menyanyikan lagu kebangsaan tim mereka sepanjang 90 menit untuk mendukung tim mereka. Bahkan di tingkat negara, Hooligan Inggris juga dikenal sebagai supporter paling fanatik. rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 99%.
Dan basis supporter fanatik di Inggris adalah Liverpool dan Manchester United

Perbedaan ULTRAS dg HOOLIGANS
menurut dzikacyber4rt ….

ULTRAS
-pendukung fanatik
-terkenal dg koreo yg kreatif
-terkenal dengan tifo (hiasan/spanduk2/ bendera/banner) yg inovatif
-ada beberapa kelompok yang ekstrim dan dekat dengan politik
-tidak pernah berhenti bernyanyi atau
mengucapkan selama pertandingan, tidak peduli apa hasilnya
-tidak pernah duduk selama pertandingan
-hadir sebagai permainan sebanyak mungkin (rumah dan pergi)
-terkenal dengan kesetiaan pada tim

HOOLIGANS
-tujuan utamanya adalah untuk melawan para penggemar klub lain
-tidak menggunakan artibut mencolok untuk menghindari polisi
-identik dengan negara negara yang dekat dengan inggris
-pertama digunakan ketika digunakan untuk menggambarkan nama sebuah geng jalanan di London
-di lapang juga penuh dengan chants untuk mendukung tim
-di inggris nya pun DIBENCI
-mulai terkenal luas di indonesia karena film green street hooligans

Top 40 Club World Ranking 2012

TOP 40 CLUB WORLD RANKING by
IFFHS Jan – Des 2012

1. (1.) FC Barcelona 307,0
2. (4.) Chelsea FC 279,0
3. (3.) CA Boca Juniors 278,0
4. (2.) Club Atlético de Madrid 278,0
5. (8.) SC Corinthians 272,0
6. (5.) FC Bayern München 270,0
7. (7.) Real Madrid CF 259,0
8. (14.) Juventus FC 231,0
9. (17.) BV Borussia Dortmund 226,0
10. (10.) Olympique Lyonnais 224,0
11. (9.) Athletic Club de Bilbao 220,0
12. (20.) Valencia CF 219,0
13. (6.) CD Universidad de Chile 218,0
14. (11.) Hannoverscher SV 212,0
15. (28.) FC Internazionale Milano 210,0
16. (19.) Club Libertad Asunción 209,5
17. (13.) FC Twente Enschede 208,5
18. (16.) Fluminense FC 208,0
19. (17.) FC Basel 206,5
20. (22.) Glasgow Celtic FC 206,5
21. (36.) São Paulo FC 202,0
22. (11.) SSC Napoli 202,0
23. (15.) Santos FC 201,0
24. (25.) Milan AC 201,0
25. (28.) Fenerbahçe SK 196,0
26. (27.) CA Vélez Sarsfield 195,0
27. (30.) Manchester United FC 194,0
28. (33.) Paris Saint-Germain FC 192,0
27. (39.) Liverpool FC 192,0
30. (24.) PAE Olympiakos SFP 191,0
31. (42.) CFR 1907 Cluj 190,0
28. (33.) SS Lazio 190,0
29. (35.) Ulsan Hyundai Horangi FC
190,0
34. (23.) PSV Eindhoven 189,5
35. (30.) Sociedad Deportivo Quito 186,0
36. (38.) FC Anzhi Makhachkala 185,0
37. (43.) SK Viktoria Plzeň 180,0
38. (39.) RSC Anderlecht 180,0
39. (26.) FK Metalist Charkiv 178,5
40. (32.) Manchester City FC 177,0

Sejarah Peraih Ballon D’Or

image

Daftar Peraih Ballon D’Or Terbanyak

– Johan Cruyff (3 Kali) 1971, 1973, 1974.
– Michel Platini (3 Kali) 1983, 1984, 1985.
– Marco van Basten (3 Kali) 1988, 1989,1992.
– Lionel Messi (4 Kali) 2009, 2010, 2011, 2012.
– Alfredo Di Stéfano (2 Kali) 1957, 1959.

Peraih Ballon D’Or Terbanyak
Berdasarkan Negara

– Jerman 5 Pemain (Total Trofi 7)
– Belanda 3 Pemain (Total Trofi 7)
– Prancis 4 Pemain (Total Trofi 6)
– Italia 5 Pemain (Total Trofi 5)
– Brasil 4 Pemain (Total Trofi 5)

Peraih Ballon D’Or Terbanyak
Berdasarkan Klub

– Barcelona 6 Pemain (Total Trofi 10)
– Juventus 7 Pemain (Total Trofi 8)
– AC Milan 6 Pemain (Total Trofi 8)
– Real Madrid 5 Pemain (Total Trofi 6)
– Bayern Munich 3 Pemain (Total Trofi 5)

Daftar Peraih Ballon D’Or Sepanjang
Masa
1956: Stanley Matthews/ Blackpool
1957: Alfredo Di Stéfano/Real Madrid
1958: Raymond Kopa/Real Madrid
1959: Alfredo Di Stéfano/Real Madrid
1960: Luis Suárez/ Barcelona
1961: Omar Sívori/Juventus
1962: Josef Masopust/Dukla Prague
1963: Lev Yashin/Dynamo Moscow
1964: Denis Law/Manchester United
1965: Eusébio/Benfica
1966: Bobby Charlton/ –
ManchesterUnited
1967: Flórián Albert/ Ferencváros
1968: George Best/ Manchester United
1969: Gianni Rivera/Milan
1970: Gerd Müller/Bayern Munich
1971: Johan Cruyff/Ajax
1972: Franz Beckenbauer/ Bayern
Munich
1973: Johan Cruyff/ Barcelona
1974: Johan Cruyff/ Barcelona
1975: Oleg Blokhin/Union Dynamo Kyiv
1976: Franz Beckenbauer/ Bayern
Munich
1977: Allan Simonsen/ Borussia
Mönchengladbach
1978: Kevin Keegan/Hamburg
1979: Kevin Keegan/Hamburg
1980: Karl-Heinz Rummenigge/ Bayern
Munich
1981: Karl-Heinz Rummenigge/ Bayern
Munich
1982: Paolo Rossi/Juventus
1983: Michel Platini/ Juventus
1984: Michel Platini/ Juventus
1985: Michel Platini/ Juventus
1986: Igor Belanov/Dynamo Kyiv
1987: Ruud Gullit/Milan
1988: Marco van Basten/Milan
1989: Marco van Basten/Milan
1990: Lothar Matthäus/ Internazionale
Milan
1991: Jean-Pierre Papin/Marseille
1992: Marco van Basten/Milan
1993: Roberto Baggio/Juventus
1994: Hristo Stoichkov/ Barcelona
1995: George Weah/Milan
1996: Matthias Sammer/ Borussia
Dortmund
1997: Ronaldo/ Internazionale Milan
1998: Zinedine Zidane/Juventus
1999: Rivaldo/ Barcelona
2000: Luís Figo/Real Madrid
2001: Michael Owen/Liverpool
2002: Ronaldo/Real Madrid
2003: Pavel Nedved/Juventus
2004: Andriy Shevchenko/ Milan
2005: Ronaldinho/ Barcelona
2006: Fabio Cannavaro/Real Madrid
2007: Kaká/Milan
2008: Cristiano Ronaldo/ Manchester
United
2009: Lionel Messi/Barcelona
2010: Lionel Messi/Barcelona
2011: Lionel Messi/Barcelona
2012: Lionel Messi/Barcelona

100 Pesebakbola Terbaik [Juventus] Versi FourFourTwo

image

Pemain Juventus yang masuk
dalam rangking 100 Pesepakbola terbaik Dunia versi FourFourTwo adalah :

[1] Andrea Pirlo – Peringkat 9
Mengapa Pirlo mampu melonjak tinggi
naik ke peringkat 9 setelah sebelumnya
hanya ada di posisi ke 60. Karena Tak
ada yg bisa mengendalikan pertandingan sepak bola seperti Andrea Pirlo.

->Tidak ada pemain eropa (termasuk
Xavi) yang bisa menuntaskan lebih
banyak operan (2778 dari 3191)- antara Nov 2011 s/d Oct 2012 dibanding Pirlo.
Hanya Lionel Messi yang melakukan lebih bnyak operan (1179) di area sepertiga akhir dibandingkan dengan Pirlo (1171) tahun lalu.

-> Di Euro 2012, Andrea Pirlo
menuntaskan 54 operan jauh (72 adalah jumlah tertinggi diturnamen itu) dan 87%nya sukses secara keseluruhan.

[2] Gianluigi Buffon – Peringkat 26
Buffon naik 60 peringkat keposisi 26,
karena kemampuannya yang menonjol
saat Juve meraih scudetto dan menembus Final Euro 2012.
Buffon 21x membuat gawangnya tidak
kebobolan bersama Juve, sejak daftar
100 pesepakbola terbaik ini dirilis tahun
lalu: 6x lebih banyak dibanding kiper
lain di Italia.

[3] Claudio Marchisio – Peringkat 31
Berkat kemampuan tekel yg kuat dan bisa membaca permainan dgn bagus,
Marchisio berhasil naik 31 peringkat ke
posisi 46.
Dan berdasarkan statistik, Marchisio
mampu menuntaskan 86,4% operan di
serie A pada tahun 2012, jauh diatas
rata-rata serie A yaitu 79%

[4] Giorgio Chiellini – Perignkat 59
Dalam daftar Pesepakbola terbaik yg
disusun oleh FFT, Chiello berhasil naik 8
peringkat, dr 67 ke posisi 59.
Chiellini dipilih menjadi salah satu bek
Sentral terbaik berkat kemampuannya dan kontribusinya untuk Italia dan Juventus, Dimana Musim lalu Chiellini mampu membawa Italia dan Juventus menembus Final Euro 2012 dan menyabet gelar Juara Serie A.
Berdasarkan Statistik, Chiellini mampu
menuntaskan operan paling banyak
diantara bek-bek Serie A lainnya, yaitu
sejumlah 1860.

[5] Andrea Barzagli – Peringkat 75
Bek sentral Juve ini termasuk dalam salah satu pemain pendatang baru dalam daftar 100 pemain terbaik FFT. untuk pendatang baru, Andrea Barzagli mampu bertengger diposisi 75, Karena perannya yang mampu membuat Juventus hanya kebobolan 20x dalam 38 laga musim lalu Barzagli juga menjadi bagian dari tim yang menang dalam 25 partai, dan menjadi pemuncak Serie A bersama Andrea Pirlo dan Leo Bonucci.

*) source : juvenistina