Larangan Merayakan Tahun Baru

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Barangsiapa yang
menyerupai suatu kaum, maka dia
termasuk bagian dari mereka.” (HR.
Ahmad dan Abu Daud)

Dari hadist tersebut sudah jelas kita
sebagai umat islam jangan mengikuti
kebudayaan orang kafir seperti Tahun
Baru. Lebih baik isi dengan amalan-
amalan shaleh agar kita semua menjadi
orang yang beruntung.

Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir Merayakan tahun baru termasuk meniru- niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,

« ﻻَ ﺗَﻘُﻮﻡُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺄْﺧُﺬَ ﺃُﻣَّﺘِﻰ
ﺑِﺄَﺧْﺬِ ﺍﻟْﻘُﺮُﻭﻥِ ﻗَﺒْﻠَﻬَﺎ ، ﺷِﺒْﺮًﺍ ﺑِﺸِﺒْﺮٍ
ﻭَﺫِﺭَﺍﻋًﺎ ﺑِﺬِﺭَﺍﻉٍ « . ﻓَﻘِﻴﻞَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ
ﻛَﻔَﺎﺭِﺱَ ﻭَﺍﻟﺮُّﻭﻡِ . ﻓَﻘَﺎﻝَ » ﻭَﻣَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻻَّ
ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ »

“Kiamat tidak akan terjadi hingga
umatku mengikuti jalan generasi
sebelumnya sejengkal demi sejengkal,
sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang
menanyakan pada Rasulullah -shallallahu‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?”
Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“[4]

Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata
bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,

ﻟَﺘَﺘَّﺒِﻌُﻦَّ ﺳَﻨَﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ
ﺷِﺒْﺮًﺍ ﺑِﺸِﺒْﺮٍ ﻭَﺫِﺭَﺍﻋًﺎ ﺑِﺬِﺭَﺍﻉٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻟَﻮْ
ﺩَﺧَﻠُﻮﺍ ﻓِﻰ ﺟُﺤْﺮِ ﺿَﺐٍّ ﻻَﺗَّﺒَﻌْﺘُﻤُﻮﻫُﻢْ .
ﻗُﻠْﻨَﺎ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺁﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ
ﻗَﺎﻝَ ﻓَﻤَﻦْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan
orang-orang sebelum kalian sejengkal
demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” [5]
An Nawawi -rahimahullah- ketika
menjelaskan hadits diatas menjelaskan,

“Yang dimaksud dengan syibr
(sejengkal) dan dziro’ (hasta) serta
lubang dhob (lubang hewan tanah yang penuh lika-liku), adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nashroni. Yaitu kaum muslimin mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai
penyimpangan, bukan dalam hal
kekufuran. Perkataan beliau ini adalah
suatu mukjizat bagi beliau karena apa
yang beliau katakan telah terjadi saat-
saat ini.”[6]

Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang
beliau katakan memang benar-benar
terjadi saat ini. Berbagai model pakaian
orang barat diikuti oleh kaum muslimin,
sampai pun yang setengah telanjang.
Begitu pula berbagai perayaan pun
diikuti, termasuk pula perayaan tahun
baru ini.

Ingatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam secara tegas telah melarang kita
meniru-niru orang kafir (tasyabbuh).

Beliau bersabda,

ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺒَّﻪَ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu
kaum, maka dia termasuk bagian dari
mereka.”

Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) ini
terjadi dalam hal pakaian, penampilan
dan kebiasaan. Tasyabbuh di sini
diharamkan berdasarkan dalil Al
Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan
para ulama (ijma’)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s