Warga Bambalemo Blokir Jalan Trans Sulawesi

PARIMO – Ratna (50) warga Desa
Bambalemo, Kecamatan Parigi, bersama beberapa orang keluarganya memblokir jalan alternatif  yang menuju Jalan Trans Sulawesi, Jumat sore (28/12) kemarin.

Pemblokiran dilakukan dengan
menggunakan kayu, kursi bambu dan
juga ada papan yang bertuliskan “Mana janjimu Pemda”. Ratna mengaku, pemblokiran itu
dilakukannya karena Pemkab Parigi
Moutong (Parimo) yang tidak memenuhi
janjinya untuk meloloskan salah seorang anaknya menjadi CPNS melalui jalur verifikasi honorer K1.

Janji itu, kata Ratna sebagai kompensasi ganti rugi tanah miliknya yang sekarang telah menjadi jalan jalur lingkar Parigi dan menjadi jalan alternatif bagi kendaraan yang melintas di jalur Trans Sulawesi setelah jalur utama ditutup karena adanya pembangunan jembatan Bambalemo.

Ratna menuturkan, ketika negosiasi ganti rugi atas tanah miliknya beberapa tahun lalu, Dia bersama warga lainnya telah setuju dengan nilai ganti rugi Rp15 ribu permeter yang menurutnya merupakan harga yang sangat murah. Hanya saja sebagai kompensasi dari harga yang rendah tersebut, Ratna dijanjikan oleh Pemkab Parimo bahwa anaknya yang menjadi pegawai honorer di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Parimo akan diangkat menjadi CPNS tahun ini.

“Saya hanya dijanji-janji oleh Pemkab
bahwa anak saya akan diangkat
menjadi PNS tahun ini. Tapi ketika
diumumkan hanya orang lain yang lulus yang rata-rata adalah orang dari luar daerah, sedangkan anak-anak kami dari desa Bambalemo tidak ada yang lulus,” tegas Ratna.

Ratna mengaku, tanah miliknya yang
dibebaskan oleh Pemkab Parimo untuk
pembangunan jalan tersebut adalah 67 x 30 meter dengan total ganti rugi yang
diterimanya adalah sebesar Rp12 juta.
Uang itu katanya hingga kini masih
disimpan dan belum dibelanjakannya.
Rencananya uang tersebut akan
dikembalikannya ke Pemkab Parimo dan akan menutup jalan tersebut seterusnya jika tidak ada jalan keluar yang akan diberikan oleh Pemkab Parimo terkait tuntutannya tersebut. Setelah dibujuk oleh beberapa anggota kepolisian Polres Parimo dan beberapa warga setempat, Ratna akhirnya membuka kembali jalan yang diblokirnya tersebut.

Terkait hal itu tadi malam juga dilakukan pertemuan yang dimediasi oleh Kapolres Parimo, AKBP Hondawan Naibaho SH MSi di kantor desa Bambalemo. Pantauan terakhir, pemblokiran yang berlangsung sekitar pukul 17.00 sampai dengan pukul 18.00 WITA ini, membuat arus lalu lintas macet total. Puluhan kendaraan mobil maupun motor terpaksa harus menunggu hingga jalan dibuka kembali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s