Gara – Gara Batu, Menteri Mengangkat Bupati Parigi Moutong

image

PARIGI- Akik atau batu cincin merupakan salah satu tren yang saat ini kian merebak di masyarakat Indonesia. Bahkan seakan tak mengenal usia, batu-batu indah ini pun banyak terlihat melekat di jari hampir semua kalangan tanpa mengenal usia, baik mereka yang telah berumur, anak muda bahkan hingga wanita pun kini turut pula menggunakan batu akik sebagai sarana untuk menambah cantik penampilan.

Batu akik memang penuh pesona, bahkan keindahannya dapat memikat siapa saja yang melihatnya. Namun terlepas dari nilai estetika dan keindahan yang dimilikinya, sebagian orang mempercayai jika ada khasiat batu akik serta berbagai manfaat bagi siapa pun pemakainya. Ada orang yang percaya jika menggunakan batu akik tertentu, maka ia akan merasakan sebuah energi yang positif. Terlepas dari mitos ataukah hanya sebuah sugesti, alangkah bijaksana apabila kesukaan kecintaan terhadap batu akik sedianya dilandasi atas nilai estetikanya saja tanpa menghubung-hubungkannya dengan fungsi magis atau spiritual yang dapat merusak nilai-nilai keimanan seseorang, kini muncul batu yang mendongkrak kekuatan fisik. Batu itu ialah batu marantale asal Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kabupaten ini terletak di pesisir Teluk Tomini dan berjarak sekitar 100 km dari Kota Palu ke arah timur atau 2,5 jam perjalanan darat yang melewati punggung pegunungan Sulawesi. Ajaibnya batu itu bukan sekadar mitos yang tanpa pembuktian. Tak tanggung-tanggung, salah satu menteri Kabinet Kerja, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengalaminya sendiri.

Awalnya, Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu bertutur tentang batu marantale saat menyambut Menperin di rumah dinas Bupati, Minggu malam (3/5/2015). Karena penasaran, segera digelar pembuktian. Skenarionya, empat orang termasuk Menperin Saleh Husin termasuk Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Abu Bakar Ahmadali mencoba mengangkat Bupati Samsulrizal yang duduk di kursi. Pertama, mereka mengangkat dengan kedua jari telunjuk yang ditangkupkan, alias bukan dengan mememegang menggunakan kedua tangan. Tentu saja, keempatnya gagal.

Ini untuk membuktikan bahwa awalnya tidak bisa mengangkat. Ujar Bupati Parigi Moutong

image

Selanjutnya, langkah kedua, keempatnya membasuh tangan masing-masing dengan air yang merupakan rendaman batu marantale. Lama rendaman tidak lama, hanya 3-5 menit. Setelah mengambil posisi persis langkah pertama, keempatnya siap mencoba lagi. Hopppp…. sang bupati pun terangkat hingga lebih tinggi dari kursi. Saleh Husin yang asal pulau Rote, Nusa Tenggara Timur pun ternganga saking takjub. Menurut Saleh Husin, kisah batu marantale Parigi ini menambah khasanah perbatuan Tanah Air.

“Di luar soal hal-hal yang di luar nalar, fenomena ini menambah daya tarik batu-batu akik di Indonesia” Ujarnya

Dia berharap, ke depan, masyarakat makin meminati dan bangga pada batu akik asli Indonesia. Demikian juga, para perajin terus meningkatkan kualitas batu untuk meningkatkan nilai tambah. Samsurizal menuturkan, keunikan batu marantale ini baru mengemuka sekitar satu bulan belakangan ini. Batu ini banyak ditemukan di desa Marantale dan Uwefolu, Kecamatan Siniu. Harga batu mentah sebelum diolah terbilang terjangkau, sebongkah batu marantale sebesar kepalan tangan ditawarkan hanya Rp 50-100 ribu.

Dengan sedikit perubahan oleh penulis

image

Iklan

Surat Kepada Presiden “Kita”

image

Assalamu’alaikum. Apa kabar bapak
Indonesia? Apa kabar malam-malam anda pak? Bagaimana tidur anda? Apakah bapak tidur dengan nyenyak atau bapak sedang gelisah?. Akhir-akhir ini rakyatmu sedang banyak berkicau tentang gaya kepemimpinanmu. Entah apa yang mereka kicaukan aku sebenarnya tak peduli. Tapi akhir-akhir ini mendengar begitu banyak kicauan mereka aku menjadi risih. Risih melihat mereka mengiba-iba, atau sekadar mendengarkan keluh kesah mereka. Bapak Jokowi yang saya hormati dan seluruh bangsa Indonesia hormat kepadamu. Perkenankan aku menulis surat ini untuk bapak, meskipun bapak bukan ayah kandungku. Tapi bapak adalah ayah dari rakyat bangsa Indonesia. Izinkan kami mengadu kepada bapak Indonesia ini, bapak Jokowi.

Bapak Jokowi yang saya hormati dan seluruh bangsa hormat kepada anda. Saya hanyalah bagian dari rakyat biasa yang ingin ikut- ikutan berkicau. Kalau emang saya salah tolong maafkan saya, jangan penjarakan saya. Saya hanya ingin memberikan surat bukan menghina bapak.

Pak, setahu saya trackrecord anda begitu mengesankan seperti yang saya baca diberita-berita. Bapak yang dulu hanya anak dari tukang kayu, bisa menjadi walikota Solo terus bapak mengadu nasib mencalonkan diri sebagai gubernur Jakarta dan hebatnya bapak bisa menang. Alhamdulillah saya hanya bisa melihat dari televisi bagaimana bapak bisa menang ketika pemilihan Gubernur di Jakarta. Entah ajian apa yang bapak gunakan sehingga bapak sebegitu beruntungnya.

Saya begitu kagum sama bapak. Bapak bagaikan dewa di mata masyarakat. Dielu-elukan, dipuja-dipuja karena bapak begitu perhatian kepada rakyat bawah. Sampai-sampai bapak mau masuk gorong-gorong untuk memantau. Pernah juga saya mendapatkan foto bapak sedang menyapu. Dalam benak saya, begitu merakyat pemimpin kita ini.

Bapak Jokowi yang saya hormati dan seluruh bangsa Indonesia hormat kepadamu. Ketika saya membaca sejarah perjalan anda yang merangkak terus berjalan dan kini bisa berlari, saya tertegun. Dulu bapak sebagai walikota Solo, belum selesai amanah bapak, bapak langsung berjalan ke Jakarta untuk menjadi salah satu kandidat Gubernur Jakarta. Nasib emang nasib, nasib bapak begitu bejo dan akhirnya terpilih menjadi orang nomer 1 di Jakarta. Banyak janji-janji bapak kepada rakyat Jakarta. Mengatasi banjir, memperbaiki transjakarta, dll. 2 tahun bapak menjabat jadi gubernur, bapak berlari menuju Istana Presiden. Belum tuntas amanah bapak kepada rakyat dan janji bapak, bapak sudah berlari untuk mengejar singgasana di Istana. Ketenaran bapak yang dibesar-besarkan media membuat bapak bagaikan dewa tak bersayap. Bapak begitu pintar membuat rakyat percaya, begitu hebat mengambil hati rakyat. Entah itu kebusukan yang bapak tutupi atau itu kebaikan yang murni dan tulus dari hati bapak.

Tanpa rakyat yang memilih bapak, bapak tetap akan menjadi orang nomer 1 di Indonesia. Seperti ada tangan-tangan yang tak telihat bekerja dibelakang bapak. Banyak orang-orang yang bilang bahwa bapak hanyalah boneka atau wayang. Maafkan saya bapak jangan tahan saya. Emang ini sudah menjadi fakta dan sudah bertebaran dalam paham masyarakat.

Belum beberapa bulan bapak menjadi Presiden RI, bapak mengeluarkan keputusan yang memancing emosi rakyat. Bapak menaikkan harga bbm ketika harga minyak dunia sedang turun-turunnya. Dari harga 6500 naik menjadi 8500. Kata bapak, “kita Cuma naikin harga 2000 kok”. Ya hanya 2000 tapi membuat rakyat bawah menjerit. Mahasiswa yang mendengar isu ini mulai mendemo besar-besaran. Seluruh anak bangsa marah atas kebijakan ini, bapak sebenarnya sadar dan melek.  Akhirnya untuk menenangin masa, bapak turunkan harga bbm. Masa pun meredam. Tapi lagi-lagi bapak mencari sensasi dalam diam. Bapak menaikkan harga bbm ditengah malam dimana rakyat sedang terbuai oleh mimpi-mimpi mereka. Bapak lupa bahwa sebagian rakyat bapak tidak lagi tidur. Isu ini mulai terdengar ketelinga rakyat bangsa Indonesia. Sudah mulai geli dengan cara kepemimpinan bapak. Mereka-mereka yang memilih bapak kecewa, mulai sadar bahwa bapak hanya menjadi mainan dari tangan-tangan yang tak terlihat.

Tapi satu prestasi bapak yang saya akui dan saya salut. Bapak begitu tegas dengan hukuman mati untuk para tersangka narkoba. Tapi lagi-lagi bapak melakukan blunder. Eksekusi mati untuk warga Australia sampai sekarang belum bapak laksanakan. Padahal bapak janji akan dilakukan secepatnya. Tapi sampai sekarang saya menulis surat ini eksekusi mati untuk warga Australia belum bapak laksanakan. Atau mungkin bapak lagi sibuk atau bapak sedang sakit. Kalau bapak sedang sakit saya doakan semoga bapak cepat sembuh.

Pak Jokowi, jangan biarkan amarah kami. Tolong redam amarah kami dengan bapak menepati janji. Jangan sampai sejarah 1998 terulang kembali. Bapak Jokowi saya masih yakin bapak bisa memimpin negara ini sampai habis jabatan bapak. Tapi kalau bapak tidak sanggup, jujur saja kepada rakyat mu ini. turunlah sebelum diturunkan. Gulinglah sebelum bapak digulingkan. Kami menghargai bapak dan kami menghormati bapak. Karena bapak adalah rakyat meskipun hakikat nya beda. Dari rakyat untuk rakyat seperti nya telah hilang. Nilai-nilai pancasila sudah dikikis sampai habis, sampai-sampai kita telah lupa dengan Pancasila. Perkataan Presiden Soekarno terngiang-ngiang dikepalaku

Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.

Mungkin beginilah yang sedang kita rasakan bersama.

Semoga esok lebih baik. Maafkan kalau saya ada kesalahan kata ya pak, aku mah apa atuh Cuma rakyat jelata.. tetap semangat bekerja pak. Jangan sampai digulingkan ya pak. Terimakasih pak Joko Widodo.

Wassalam.

Tempat Pariwisata Parigi Moutong Yang Wajib Dikunjungi

image

Amazing Parimo
Menikmati pesona keindahan alam Indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Dari sekian banyak destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Tengah, Parigi Moutong (Parimo) dapat menjadi alternatif pilihan destinasi wisata anda. Memiliki jarak yang relatif dekat dengan Palu, Ibu Kota Sulawesi Tengah dan menghabiskan waktu tempuh kurang dari dua jam melalui Jalan Trans Sulawesi. Parimo berada di hamparan pegunungan serta perbukitan yang membentang sepanjang pantai dari utara sampai selatan memiliki ketinggian rata-rata diatas permukaan layt (15-375) m.
Dengan topografi seperti itu, Parimo kaya akan panorama laut dan perbukitan indah. Temperaturnya tidak panas, sebab angin laut yang berhembus sampai ke dataran tinggi lalu berbalik kembali ke dataran rendah sehingga suhu udaranya tetap sejuk. Tahun 2012 lalu, Direktorat Jendral Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan Parigi Moutong sebagai slah satu dari 29 destinasi yang memiliki daya tarik wisata nasional maupun internasional.

(Parigi) Tugu khatulistiwa, jika mendengar nama ini, mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia langsung berpikir ke Pontianak, Kalimantan Barat. Padahal ada kota lain yang juga memiliki tugu khatulistiwa.
Adalah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang juga dilewati garis khatulistiwa. Tapi Parigi Moutong tak hanya memiliki tugu khatulistiwa, ia juga menyimpan sederet potensi pariwisata yang luar biasa.
Berikut adalah enam daya tarik wisata yang patut dikunjungi jika Anda memiliki kesempatan bertandang ke Kabupaten yang memiliki garis pantai sepanjang 472 kilometer ini.

1. Panjat tebing
Panjat Tebing Likunggavali di Desa Marantale mempunya ketinggian tebing mencapai 100 meter. Struktur tebing ini sangat menantang karena tersusun dari gugusan-gugusan batu granit yang kokoh berdiri di tepi Sungai Marantale, Desa Parigi. Selain pemandangan yang indah, di lokasi ini juga terdapat air terjun dan jalur trekking yang melewati beberapa desa sekitar.

2. Satwa Liar
Anda dapat mengunjungi Pulau Kelalawar. Sesuai namanya, pulau ini dihuni oleh ribuan kelelawar. Di pulau ini terdapat berbagai jenis kelelawar, yakni kelelawar berwarna kuning, cokelat dan hitam. Pulau ini terdapat di Desa Tomoli dan duapit oleh dua tanjung hutan bakau yang berbentuk pintu gerbang.

3. Sejarah dan budaya
Wisata budaya yang harus dikunjungi
salah satunya adalah Istana Tinombo. Istana ini dibangun oleh Pemerintah
Belanda pada masa Pemerintahan Raja Tombolotutu pada tahun 1930. Di istana yang berarsitektur Cina ini juga terdapat rumah adat Tinombo di Desa Dusunan. Setiap tahun, wisatawan dapat menyaksikan syukuran panen Suku Laoje.

4. Panorama
Salah satu tempat untuk melihat panorama terindah di Kabupaten Parigi Moutong adalah dari Puncak Pompausea Gunung Labuan Sory di Desa Toboli. Dari puncak bukit ini, Anda dapat menikmati pemandangan laut yang indah. Di tempat ini pula terdapat kera terkecil di dunia, yaitu Tarsius Spektrum.

5. Tugu Khatulistiwa
Selain Pontianak, Kalimantan, Kabupaten Parigi Moutong adalah daerah yang juga dilewati oleh garis khatulistiwa. Di Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan, terdapat tugu khatulistiwa yang juga dijadikan sebagai objek wisata. Di sini, Anda dapat merasakan fenomena alam yang unik, di mana saat equinox yang jatuh setuap tanggal 21 Maret dan 23 September, jarum yang diletakkan di botol di titik nol akan melayang. Kapan saja Anda berkunjung, Anda dapat. Mencoba meletakkan telur ayam di titik nol dan melihatnya berdiri tegak tanpa tergulir.

6. Pantai
Destinasi pantai dan laut di Kabupaten Parigi Moutong memang sudah tak diragukan lagi. Pemandangan ini tak ada duanya, mengingat Kabupaten ini adalah
pusat dari Teluk Tomini, teluk terbesar kedua di Indonesia. Anda dapat berkunjung ke Pantai Nalera yang indah karena letaknya yang berhadapan dengan gunung dan pasir putih menghampar luas. Apabila air laut sedang surut, Anda akan serasa berada di kolam pribadi yang dihiasi
oleh karang warna-warni.

Ingin mengunjungi surga khatulistiwa ini? Kabupaten Parigi Moutong terletak hanya 65 kilometer atau 2 jam berkendara dari Palu, Ibukota Sulawesi Tengah. Anda dapat melakukan perjalanan dari Bandara Mutiara Sis Al Jufrie di Palu, dengan melewati jalur berbukit dan menelusuri garis pantai yang indah.

Pasangan Bomber Menakutkan Serie A

image

Beberapa tahun lalu Liga Italia punya duet-duet bomber yang sangat menakutkan.. Milan punya duet Pippo-Sheva, Inter punya duet Ronaldo-Vieri, dan Juve punya Del Piero-Trezeguet…

Profil:

1) Milan (Pippo-Sheva)
Filipo Inzaghi adalah striker oportunis yang jarang berlari & mendribel, tapi dia punya kelebihan dalam positioning, dia selalu tahu kapan & dimana dia harus berdiri untuk menunggu assist, meskipun ia sering sengaja menjebakkan dirinya dalam posisi off-side. Partnernya, yaitu Andriy Shevchenko, punya speed & naluri mencetak gol yang sangat tinggi. Bersama Milan, ia pernah menjadi Capocanonieri sebanyak 2x.

2) Inter (Vieri-Ronaldo)
Cristian Vieri memiliki keunggulan fisik yang tinggi kekar sehingga memudahkan dia dalam berduel udara, dan sebagai seorang yang bertubuh tinggi-gempal, dia tetap memiliki speed yang bisa diandalkan. Partnernya, ada Ronaldo! Siapa yg meragukan kualitas Ronaldo saat itu??, selain berhasil meraih trofi Ballon d’Or bersama Inter, ia juga membawa timnas Brazil menjuarai PD 2002 dengan dwi-golnya di partai final.

3) Roma (Totti-Batigol)
Francesco Totti adalah pemain versatile yang bisa meladeni Gabriel Batistuta dalam meneror lini belakang lawan. Ia juga memilki kemampuan bola mati di atas rata-rata. Sementara Batistuta, dia pemain bertipe finisher. Ada yang menjuluki Batigol sebagai si Singa dari ibukota, ketika ia memasuki kotak pinalty, maka kemungkinan mangsanya lolos akan sangat kecil. Bersama duet ini, Roma pernah diantar menjuarai Serie A musim 2000-2001.

4) Lazio (Duo Argetina: Crespo-C.Lopez)
Hernan Crespo adalah striker maut yang memiliki ‘work-rate’ yang sangat tinggi, stamina mumpuni yang memungkinkan dia mengarungi lapangan 90 menit full, pemain ini juga memiliki keunggulan di bola-bola atas. Sementara partnernya, Claudio Lopez memilki speed di atas rata-rata. Pernah ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa Claudio Lopez ini adalah pesepak bola tercepat di Eropa saat itu. Ia juga diduetkan dengan Crespo di timnas Argentina pada PD 2002.

5) Juventus (Del Piero-Trezeguet)
Del Piero adalah penyerang yang sangat komplet, kedua kakinya hidup, bola yang terlihat susah bagi orang.lain mudah dia peragakan. Menurut Marcello Lippi, bakat yang dimiliki Del Piero hanya terlahir di bumi ini sekali dalam 50 tahun. Pemain ini juga memilki keunggulan di bola2 mati, salah 1 eksekutor bola mati terbaik di Eropa. Sementara partnernya David Trezeguet, ia penyerang oportunis, memilki tipe bermain.seperti Filipo Inzaghi, namun dia memiliki 2 keunggulan yang tidak.dimiliki Inzaghi: Duel Bola2 atas & cara meloloskan diri dari jebakan off-side! Trezeguet juga berhasil meraih gelar top-scorer di musim 2001-2002.

Inilah Faktor X Kekalahan Juve Atas Galatasaray

image

Inilah Faktor X Kekalahan Juve Atas Galatasaray yg kami kutip dan translate se detail mungkin dari Sumber link di bawah (Skysport ) simak fakta berikut ini: Lihat gambar A:

– Kickoff babak pertama Juve berada di sisi kiri lapangan sedang Galatasaray di sisi kanan. Rumput dan kondisi lapangan yg bagus bikin pertandingan berjalan menarik dan terbuka, Llorente nyaris membobol gawang Muslera andai tendangannya tidak melenceng tipis di tiang kanan. Kondisi berbeda ketika hujan salju mulai turun di menit 30. Wasit menghentikan pertandingan dan menundanya sambil menunggu hujan salju reda. Lihat gambar B:

– Dalam 8 menit, lapangan tertutup salju dan petugas mulai membersihkan ‘sebagian’ sisi lapangan. Dengan sisa 15 menit babak pertama, ada indikasi petugas pembersih salju ingin menguntungkan pemain Gala. Petugas membersihkan area kotak penalti Juve sedang kotak penalti Gala hanya dibersihkan salju diatas garis penaltinya saja. Berharap dengan ‘hanya’ membersihkan daerah penalti Juve pemain Gala bisa menyerang dengan kondisi wilayah yg minim salju. Namun keputusan wasit berkata lain, wasit menunda pertandingan keesokan harinya karena hujan salju tidak kunjung reda. Lihat gambar C

– Keesokan siangnya saat dicek, daerah lapangan Juve dipenuhi ‘cakaran’ traktor, mirip dengan kondisi di sawah dengan mesin bajaknya. Sisi kiri lapangan Juve tampak hancur lebur sedang wilayah lapangan Gala tampak mulus. Hal ini tidak jadi halangan buat wasit untuk melanjutkan pertandingannya. 15 Menit terakhir babak pertama dilanjutkan dengan kondisi Gala yg tak mampu menembus kotak penalti Juve karena memang kondisi lapangan yg hancur. Babak pertama berakhir dengan skor 0-0. Lihat gambar D

– Babak kedua dimulai, Juve dan Gala harus bertukar posisi. Sudah lihatan belum curangnya? belum? ok saya jelaskan. Dibabak kedua ini Juve berada di sisi kiri dengan wilayah serang ke kanan (ke sisi kiri lapangan yang hancur) dan Gala berada di sisi kiri dengan wilayah serang kanan di lapangan yg jauh lebih mulus. Babak kedua ini, meski relatif berimbang namun Gala unggul jumlah peluang, lihat Drogba dengan mudahnya menggiring bola sampai kotak penalti Juve. Beda dengan Tevez, drible-nya yang biasanya berjalan mulus, bola jadi sering memantul liar sehingga Tevez berkali-kali gagal menguasai bola dengan baik. Dan dengan sedikit keberuntungan Gala, Sneijder bisa memanfaatkan satu peluang emasnya menjadi gol. Juve pun gagal mengejar margin gol karena lapangan wilayah serangnya yg buruk dan kemudian Gala menumpuk pemain belakang dan mengandalkan serangan balik.

Kesimpulan:
Gala hanya ‘menderita’ 15 menit (akhir babak pertama) sedang Juve harus menderita di 45 menit terakhir alias babak kedua. Menderita karena mempunyai kondisi wilayah serang yg
buruk. Analisa yg di kutip dari analisa Skysport di ( http://video.sky.it/sport/champions-league/galatasarayjuventus_furbizia_turca/v181436.vid ).